COVID-19 Bali Business Possible Scenario

Udah pertengahan April, grafik infectionnya masih naik terus dan belum ada tanda-tanda mau flat. Diskusi dengan teman-teman dokter, kata mereka, tolong diam dirumah! Rumah sakit sudah full ga bisa nanganin lagi. Kalau diskusi dengan teman pengusaha, harus segera buka nih kalau kaya gini terus mau makan apa?

Vaksin yang infonya paling cepat selesai study adalah dibulan september 2020 oleh Oxford University. Ini baru study, kalau berhasil, baru di produksi massal. Sampai di Indonesia kapan? Kemungkinan 2021!

Jadi mari kita pikirkan beberapa kemungkinan untuk kelangsungan hidup kita.

Scenario 1
Jumlah yang terinfeksi meningkat sampai pemerintah harus lockdown atau semi lockdown. Bisnis harus tutup. Duh amit-amit. Kalau sampai seperti ini yah pasrah. Hanya bisa menunggu waktu sampai dibuka kembali. Semakin lama semakin hancur!

Scenario 2
Social distancing terus sampai jumlah yang terinfeksi sedikit. Ini bisa makan waktu yang sangat amat panjang. Mei? Juni? Juli? atau akhir taun? Tidak banyak yang bisa dilakukan. Tentunya tidak ada tourist yang masuk Bali, sehingga ekonomi semakin lama semakin terpuruk.

Scenario 3
Jumlah terinfeksi menurun karena social distancing. Kemungkinan pemerintah akan sedikit longgar untuk memperbolehkan transportasi dan bisnis dibuka kembali, tapi orang-orang tentunya akan tetap takut untuk berinteraksi. Kemungkinan untuk tertular masih sangat besar. Keadaan tidak akan jauh berbeda dengan scenario 2.

Scenario 4
Kalau vaksin masih lama, kita hanya bisa berharap ditemukannya obat yang handal dalam waktu dekat ini. Masyarakat menjadi tidak takut lagi dengan wabah ini. Hidup bisa kembali normal!

Scenario 1-3 tidak memungkinkan untuk kita hidup normal kembali begitu juga bisnis. Tourist ga mungkin berani datang ke Bali. Banyak bisnis tutup, banyak yang kelaparan, kejahatan pun akan meningkat. Kapan ini terjadi? Saya rasa ga begitu lama kalau terus seperti ini.

Hanya scenario 4 yang mampu menolong Bali. Jadi mari kita berharap hal ini cepat terjadi. Beberapa clinical trials akan mengumumkan hasilnya Bulan April ini. Ada beberapa obat yang saya baca dapat meringankan sakit covid-19. Obat yang saya pikir dapat digunakan massal adalah obat yang dapat dengan mudah digunakan, dibeli dan tidak mahal. Ada satu obat yang saya rasa terbaik dalam mengatasi covid-19 ini, yaitu remdesivir. Hanya saja obat ini harus dimasukan ketubuh dengan semacam infus. Jadi harus di rumah sakit. Jadi yah harus tetap social distancing karena rumah sakit ga bisa handle banyak orang. Obat ini patentnya masih dimiliki oleh 1 perusahaan. Harga kemungkinan akan mahal dan supply nya terbatas.

Menggunakan obat batuk dan panas yang biasa seperti panadol, dextromethorphan dan vitamin akan mengalami sakit kurang lebih selama 14 hari. Banyak kasus sampai harus menggunakan ventilator alat bantu nafas. Dengan obat hydroxycholoriquine dan azithromycin menjadi sekitar 6 hari. Dengan obat avigan bisa menjadi sekitar 4 hari. Infonya dengan kedua obat ini, jumlah yang membutuhkan ventilator sangat sedikit. Avigan / Favipiravir saya rasa bisa tersedia cepat di kawasan asia mengingat Jepang saat ini sudah pada tahap clinical trial yang terakhir dan negara-negara di asia percaya kualitas Jepang. Namun untuk negara barat, keliatannya harus menunggu hasil dari clinical trial di USA yang selesai sekitaran Juni. Kedua obat ini patentnya sudah expired, banyak yang bisa memproduksinya.

Kita anggap lah clinical trial 2 obat ini berhasil dalam mengurangi durasi dan resiko dari COVID-19. Apakah tourist akan datang? Coba kita tanya ke diri sendiri dulu. The highest risk is we need the ventilator and has to go to hospital. Possibility nya kecil tapi tetap ada. Untuk tourist muda saya rasa akan datang dengan berbekal beberapa obat. Yang lebih tua akan menunggu sampai hospital tidak penuh dan siap menerima mereka apabila dibutuhkan. Jumlah yang sakit lebih kecil dari kemampuan hospital. Dan harusnya tidak terlalu lama. Dan ada cerita kalau minum hydroxycholoroquine ini dosis kecil tiap hari dapat membuat kita kebal? semoga ini benar!

Apabila clinical trial ini gagal semua.. hanya berharap pada vaksin.. dan yang tercepat mungkin awal 2021.. jadi kita tau musti gimana.. !?

Leave a Reply